Halo, perkenalkan namaku Aiko, aku lahir di Jakarta pada tahun 2008 aku mempunyai sahabat yang sangat baik dan ramah kepadaku dari kecil hingga sekarang namanya Arumi, aku selalu merasa aman ketika bersamanya dan ketika aku berusia 11 tahun…. *flashback*
Aiko : “Halo namaku Aiko, pasti kamu tetangga yang baru pindah di sebelah rumah ku itu ya?”
Arumi : “Eumm.. salam kenal ya Aiko nama aku Arumi”
Aiko : “kamu disini lagi beli apa?”
Arumi : “Ohh.. ini aku lagi beli obat, soalnya aku emang lagi sakit..”
Aiko : “Oh kamu lagi sakit??, kenapa kamu ga istirahat dirumah saja Arumi??, kan kamu ngga enak badan
Arumi : “Aku sekalian beli yang lain juga kok Aiko, jadi aku beli sendiri aja”
Aiko : “Oh begitu, cepat sembuh ya Arumi, semoga kita bisa ketemu lagi ya, dadah!
Arumi : “Dahh” * Arumi melambaikan tangan dengan senang, karena ia mendapatkan teman baru *
ke besokan harinya..
*Suara ayam dipagi hari berkokok dengan sangat keras*
Mama : “Aiko.. cepat bangun! Ayo mandi dan sarapan..” ucap mama
Aiko : *Hoam..* “iya sebentar mah..” *Aiko membereskan kamarnya sehabis tidur lalu ia mandi *
“Di meja makan*
Mama : “Aiko apakah kamu sudah berkenalan dengan Arumi tetangga baru kita?”
Aiko : “sudah mah, dia sepertinya sedikit malu ingin berkenalan dengan Aiko karena ini juga lingkungan baru baginya”
Mama : “oh.. ya sudah habis ini mama mau kerumah tetangga baru kita ya..”
Aiko : “Baik mah..”
Aiko berjalan ke rumah Arumi karena ingin mengajak Arumi main bersamanya..
Aiko : “Arumi, Arumi! Main yuk!”
Arumi : “eh iya ada apa Aiko?”
Aiko : “Arumi ayo kita main!”
Arumi : “main apa Aiko??”
Aiko : “ ayo kita main masak masakan di depan rumahku!”
Arumi : “hmm.. kedengarannya seru, ayo!”
*Aiko dan Arumi bermain masak masakan bersama dan mengobrol sambil tertawa terbahak bahak*
Arumi : “hahaha! Lucu sekali ceritamu!”
Aiko : “Ehehe, aku juga selalu teringat pada hal lucu itu!”
Aiko : “hmm.. Arumi dipikir pikir kamu kan baru hari selasa kemarin pindah ke sini, kamu ingin sekolah dimana nantinya?”
Arumi : “aku masih belum tahu Arumi sepertinya aku akan disekolahkan di SDN Pelangi..”
Aiko : “Wah! Kebetulan aku di SDN Pelangi, berarti nanti kita bisa ketemu Arumi!, semoga saja kamu sekolah di SDN Pelangi yah!”
Arumi : “Iya aku juga ingin bersekolah disana, lingkungan nya terlihat bersih dan sangat asri aku suka dengan sekolah itu!”
Aiko : “iya.. lingkungan di sekolahku bersih dan sangat tertata bersih dan rapi”
Arumi : “aku senang sekali bisa bertemu teman sepertimu Aiko, aku pikir aku tidak akan mendapatkan teman saat aku pindah ke lingkungan ini..”
Aiko : “Iya aku juga merasa sangat senang bisa bertemu denganmu Arumi!”
*Aiko.. ayo pulang ini sudah siang!*
Arumi : “sepertinya kamu disuruh pulang, yaudah sampai ketemu besok Arumi! Dadah!!”
Aiko : “dadah Arumi!!”
*Aiko melambaikan tangannya dengan senang*
Keesokan harinya..
Aiko duduk di bangkunya sambil melamun sedikit lama..
*Kriiinggg* tidak terasa bel masuk sudah berbunyi, ibu guru memasuki kelas lalu berbicara di depan kelas
Bu guru : “Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru silahkan masuk..”
“H-hai namaku Arumi Achellia-aku.. adalah murid pindahan dari SDN Mawar, aku h-harap kita bisa menjadi t-teman yang baik ya..”
*Gulp..” Arumi merasa gugup sekali karena ini pertama kali ia masuk ke lingkungan baru yang tentu saja ia belum mengenali lingkungan tersebut
Bu guru : “Silahkan duduk disebelah Aiko, Arumi”
*Arumi baru menyadari bahwa ia sekelas dengan Aiko, Arumi merasa senang sekali karena ia menemukan teman baik nya di tempat yang sama*
Arumi : “E-eh iya Bu guru terimakasih”
*Aiko berjalan ke meja Arumi*
Aiko : “Arumi! Akhirnya kita sekelas juga! Aku kira kamu bakal masuk kelas sebelah”
Arumi : “Aku juga tidak tahu kalau ada kamu di kelas ini, hehehe”
Aiko : “Yaudah, aku jadi senang ada temennya!”
Arumi : “Emang kamu sebelum nya nggak ada temen nya Aiko?”
Aiko : “Aku ga ada teman karena aku.. dibully Arumi..”
Aiko : “Pokoknya kamu jangan deket deket sama geng nya ella ya.. mereka suka banget mintain uang ke siapa aja dia juga suka ngebully..”
Arumi : “Ouh.. iya, makasih buat infonya ya Aiko, aku jadi kasihan sama kamu..”
*Pelajaran pertama telah dimulai*
*Kriiinggg*
Bu guru : “Oke anak anak, sekarang kalian boleh ke luar untuk istirahat”
Arumi : “Aiko, kamu paling suka jajanan apa di kantin ini?”
Aiko : “Aku paling suka spaghetti Arumi, itu enak banget loh kamu juga harus cobain!”
*Mereka berjalan menuju kantin, tanpa Arumi sadari ia menyenggol Ella “si pembully”*
*Dubrak!*
Ella : “IH KAMU BISA GA SI LIAT LIAT KALO JALAN?!
Arumi : “ E-eh maaf Ella, aku ga sengaja..”
Ella : “Oh kamu murid pindahan itu ya?, baru pindah kok udah ga sopan sih”
Arumi : “iya m-maaf Ella soalnya tadi aku ga fokus lihat jalan, sekali lagi aku minta maaf ya..”
Ella : “maaf maaf, dipikir maaf doang aku maafin apa?, awas ya kamu sekali lagi begitu liat aja kalo kamu begitu lagi, aku laporin papi aku, paham!”
*Ella pergi lalu menyenggol bahu Arumi sampai Aiko terjatuh*
Aiko : “Arumi! Kamu gapapa kan?, ada yang luka ga??”
Arumi : “Aku gapapa kok Aiko, aku kaget banget liat Ella”
Aiko : “Sudah dia memang begitu, ayo kita jajan”
*12 bulan telah berlalu..
Akhirnya Arumi dan Aiko telah lulus SD dan mereka sekarang memasuki masa SMP, tidak terasa mereka sudah 2 tahun bersahabat tanpa ada pertengkaran sekalipun..
mereka sudah remaja sekarang dan dari kecil sampai sekarang tali persahabatan itu tidak pernah terputus..*
Kami berada di sekolah yang sama, dan kita berdua sekelas lagi, saat di pagi hari itu
Arumi : “Hai Aiko!!, kita sekelas lagi ya!”
Aiko : “Iya hehehe, aku ga nyangka kita bisa sekelas lagi ya!!”
Arumi : “eh itu sudah ada ibu nya, shhh”
*Kriiinggg* Di kantin
Aiko : “Arumi pulang sekolah kita nonton bioskop yuk!, kamu bisa gak?”
Arumi : “Hmm.. kayaknya aku bisa aku ayo aja, kayaknya juga bakalan seru banget tuh!”
Aiko : “Yaudah nih kita pulang sekolah ke bioskop ya!”
Arumi : “Okedeh, sipp”
Aiko : “Eh by the way ayo makan ini makanannya, keasikan ngobrol nih jadi dingin bakso nya *huft*”
Arumi : “Oh iya waduh, sampe lupa ini hehehe”
*Bel pulang sekolah pun telah berbunyi*
Aiko : “Kita jadi kan rum?”
Arumi : “iya jadi ayo, diantar siapa tapi kita??”
Aiko : “Hmm.. sama papaku saja!”
Arumi : “Oke Deh…”
Aiko : “pah, anterin Aiko sama Arumi ke bioskop boleh ga pah?”
Papa Aiko : “Boleh boleh, ayo sini masuk mobil”
Aiko : “Oke pah!”
Mereka sedang di perjalanan menuju ke bioskop tersebut, Aiko dan Arumi merasa sangat senang karena ini pertama kalinya mereka pergi bersama keluar
Papa Aiko : “Yuk kita sudah sampai, kalian mau nonton film apa?”
Aiko : “Kita mau nonton film comedy aja pah, kayanya seru”
Arumi : “iya kedengarannya seru banget!”
Papa Aiko : “Oke ini tiket nya papa aja yang beliin ya”
Arumi : “Eh gak usah papa Aiko, aku nanti bayar sendiri ya”
Papa Aiko : “Udah papa Aiko saja yang bayar, lagian kamu kan sahabat nya Aiko yang udah nemenin Aiko dari lama, jadi ini papa Aiko traktir aja, anggap aja keluarga sendiri, ga usah malu malu ya Arumi”
Arumi : E-eh jadi ngerepotin, terimakasih ya papa Aiko”
Aiko : “nggak kok nggak ngerepotin sama sekali, udah yuk beli tiket nya!”
Mereka sudah membeli tiket nya sedangkan papa Aiko berada di luar bioskop karena tidak ingin menonton bioskop dan menginginkan kedua gadis itu untuk menikmati film nya
*Sesudah menonton film*
Aiko : “Eh tadi film nya lucu banget aku paling suka bagian masuk ke kolam ikan, aku mau ketawa tapi aku baru inget lagi di bioskop hehehe”
Arumi : “iya aku juga suka bagian itu soalnya part itu tuh lucu banget”
*Mereka berdua tertawa sehabis menonton film comedy tersebut dan mereka berdua pulang ke rumah masing-masing*
Keesokan harinya..
Arumi memberikan pesan kepada Aiko bahwa ia akan pindah ke luar negeri karena ia ingin menemui neneknya yang ada di Eropa..
Aiko shock dan tidak bisa berkata- kata lagi, ia meneteskan sedikit air matanya dan menatap pesan itu dengan sangat dalam..
kesedihan, kekecewaan, semua itu bercampur di dalam hati Aiko, karena Aiko tidak bisa bertemu dengan Arumi lagi..
*Ding Dong* bunyi bel dari pintu di luar rumah Aiko
Arumi : “AIKO!!, aku minta maaf sekali aku mendadak pindah ke luar negeri karena ingin menemui nenek ku, aku akan mengingatmu selalu, dan menjadikan persahabatan kita sebagai sejarah di dalam hatiku..”
Aiko : “aku akan selalu merindukan mu Arumi.. apakah kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti?..”
Arumi : “jika bisa sudah pasti aku bisa, aku juga akan merindukanmu selalu, ini untukmu kenang kenangan dariku, karena kamu telah menjadi sahabat terbaikku sepanjang masa..”
Arumi memberikan Aiko sebuah foto mereka berdua yang sedang duduk berdua, hati Aiko semakin tersentuh dan merasa sangat sedih kehilangan sahabat satu satunya..”
Kenangan terindah kita akan ku susun di bingkai hatiku..
-Arumi Achellia-
Setangkai bunga mawar bisa menjadi tamanku dan seorang sahabat bisa menjadi duniaku.
-Aiko Ellectvio-

Leave a Reply