Dihari pertama memasuki sekolah SMA, aku, azaleya. Tidak sengaja melihat sepasang mata yang teduh, yang sedang duduk menyendiri di bawah pohon beringin. Seperti ada sebuah tarikan agar mata ini terus mellihatnya, dia memiliki mata yang indah berwarna coklat. Pada saat itu juga aku mulai penasaran siapakah seseorang itu ingin rasanya aku menghampirinya namun pada saat aku ingin mendekat tiba tiba “ley ayo bareng ke kelas” kata cia, cia ini adalah temanku sedari aku smp ya kita memutuskan untuk sekolah di SMA yang sama. “ehh ci, ayo ayo” kata azaleya sambil sesekali melihat ke arah laki laki itu, kami jalan melintasi koridor sekolah untuk menuju kelas 10 mipa 1. Tiba tiba aku menceletuk “kamu lihat laki laki yang lagi duduk itu ga si?” ujar azaleya pada saat menuju kelas “hah yang mana deh” kata cia seperti yang penasaran “ohh ga liat ya, yaudah deh” ucap azaleya, tiba tiba cia menghentikan pergerakan azaleya “KASIH TAU GA ITU SIAPA, tumben banget kamu nanyain cowo biasanya kamu gapernah perduli sama cowo cowo disekitar” ujar cia sambil tangannya menghalangi azaleya agar tidak lanjut jalan terlebih dahulu sebelum memberitahunya, azaleya pun menangkis tangan cia sambil berkata “ish apaansi udah ayo ayo cepat sebelum bel bunyi” azaleya pun lanjut jalan dengan Langkah kaki yang aga lebih cepat, cia yang pun mengiringi Langkah kaki itu sambil berkata “yaudah di kelas ya, awas ya kamu kalo ga ngasih tau aku” akhirnya merekapun sampai di kelas dan cia ini masih saja menanyakan hal itu, bel masuk berbunyi aku dan cia memulai perlajaran pertama pada saat menginjak kelas 10. Bel istirahat berbunyi aku dan cia langsung menuju kantin tapi pada saat kita jalan menuju kantin tiba tiba ada seorang laki laki yang tidak sengaja menabrak azaleya yang sedang berjalan “duh jalannya hati hati dong” ucap cia dengan lantang “duh maaf kebetulan gua lagi buru buru” ucap laki laki itu dengan merasa tidak enak, aku yang menyadari bahwa itu adalah laki laki yang memiliki mata teduh itu yang sedang duduk di bawah pohon beringin pada saat itu “gapapa santai aja, lagian aku juga ga kenapa kenapa” ujar azaleya kepada laki laki itu sambil melihat name tag yang ada di bajunya “sagara atmadja” nama yang indah seperti sang pemiliknya, tiba tiba azaleya mengulurkan tangan seraya ingin berkenalan “nama aku azaleya aku kelas 10 mipa 1” lalu sagara pun membalas uluran tangan azaleya “gua sagara, panggil aja sagara gua kelas 11 mipa 3” menjawab sambil merasa terburu buru “oiya gua tinggal duluan ya” ucap sagara langsung pergi meninggalkan azaleya, cia pun yang ternyata masih berdiri disana langsung “whattttt, ley ini kamu, kamu ngajak kenalan cowo itu duluan” kata cia sambil terheran heran karna azaleya ini termasuk seseorang yang tidak normal kalau kata cia soalnya bayangkan saja laki laki yang famous sesmp dulu saja dia tidak perduli yang mana para wanita wanita lain melihatnya saja sudah histeris, azaleya langsung menjawab “ya apa salahnya kenalan, tak kenal maka tak sayang” ucap azaleya sambil menarik tangan cia agar lanjut berjalan “tapi kamu ini aneh ley, baru kali ini kamu seperti ini” ucap cia yang berbicara sambil jalan, azaleya tidak menjawab dia terus melanjutkan perjalanannya. Sampai di kantin “kamu mau apa ci” kata azaleya yang membuka suara duluan “apa ya, emm aku mau bakso deh” kata cia sambil melihat lihat makanan di kantin “yaudah deh aku juga sama, yaudah sana pesan aku cari tempat duduk dulu” kata azaleya sambil memberi selembar uang 20k, saatl berjalan azaleya pun sambil melihat sekeliling isi kantin dan sambil mencari cari seseorang itu tapi sayangnya saga tidak ada di kantin itu, azaleya pun mendapatkan tempat duduk dan langsung mendudukinya sambil menunggu cia, tak lama cia dating membawa dua mangkok bakso dan memberikan uang 20k azaleya “ini pake uang mu dulu?” kata azaleya “ngga tadi dibayarin sama ka saga, katanya permintaan maaf karna udah nabrak kamu” kata cia sambil duduk “ih gaenak tau, padahal aku ga kenapa kenapa” kata azaleya sambil tengok tengok mencari keberadaan saga “udah si gapapa ley, rezeki anak solehah” kata cia dengan girang karna duit dia jadi utuh. Selesai makan bakso leya dan cia segera menuju kelas karna bel sudah berbunyi. Bel pulang sudah berbunyi azaleya dan cia pun bergegas untuk pulang dan meninggalkan kelas, di tengah perjalanan menuju gerbang sekolah tiba tiba cia berbiara “ley aku duluan ya, ternyata abang aku udah nunggu dari tadi” sambil berlari menuju gerbang dan melambaikan tangan “oh yaudah ci, hati hati” kata azaleya aga kencang karna leya sudah aga menjauh. Azaleya pun melanjutkan perjalananya menuju gerbang sekolah, belum sampai gerbang sekolah azaleya tidak sengaja bertemu sagara yang sedang sendirian duduk di pohon beringin itu lagi. Lalu azaleya menghampiri sagara yang sedang duduk itu, “hai ka saga, belum pulang kak?” tanya azaleya yang ikut duduk bersama sagara. “eh hai azaleya, iya nih belum pulang, lo sendiri belum pulang juga kenapa?” ucap sagara sambil merubah posisi menjadi menghadap azaleya, “aku lagi minta ayah jemput, tapi dari tadi chat aku belum dibaca juga” ucap azaleya sambil mengecek handphone. “bareng gue aja gimana?, kebetulan gue sendirian pulangnya” ucap sagara sambil mempersiapkan tasnya “eh gapapa nih kak? Kayanya kita ga searah deh” kata azaleya. “udah gapapa, ayo ayo keburu sore” kata sagara sambil menarik tangan azaleya. Mereka pun menuju parkiran dan pulang bareng. Sesampainya di rumah azaleya, “makasih ya kak, hari ini aku banyak ngerepotin kamu, oiya makasih juga teraktiran baksonya, lain kali aku yang teraktir ka saga, okee” ucap azaleya sambil memberikan helm ke sagara. “gapapa azaleya, santai aja” kata sagara,”yaudah aku masuk dulu ya kak” ucap azaleya. “yaudah gue pamit dulu ya, bye” kata sagara sambil menggunakan helm dan melaju. Azaleya pun masuk ke dalam rumah sambil senyam senyum, baru kali ini dia merasa salting karna laki laki. Lalu bunda azaleya pun kebingungan kenapa anak cantiknya ini kegirangan seperti mendapatkan uang kaget saja, “duh duh duh,anak cantik bunda kenapa senyam senyum begini, ada apa ini” ucap bunda sambil menghampiri azaleya “eh bunda, mau tau aja deh” ucap leya sambil salaman dan pergi begitu saja ke kamar. Besok hari telah tiba, azaleya bergegas menuju sekolah. Sampainya azaleya di sekolah lagi lagi azaleya menemukan sagara sedang duduk di pohon beringin itu, tapi hari itu azaleya tidak menghampiri sagara karna masih ada tugas yang belum ia kerjakan. Azaleya pun segera menuju kelas, sesampainya di kelas azaleya langsung mengerjakan tugas itu. Bel pulang berbunyi azaleya langsung bergegas untuk pulang, tapi lagi dan lagi azaleya melihat sagara di pohon beringin itu, azaleya menghampiri dan berbicara kepada sagara “perasaan kamu betah banget ka disini” ucap azaleya yang ikut duduk “disini tuh enak, adem. Sejuk, seperti hidup aku tuh gaada apa apanya” ucap sagara sambil memejamkan mata lalu menghirup napas Panjang panjang.
Mulai hari itu sagara dan azaleya sering sekali bersama sama entah itu ke kantin, keperpustakaan dan tidak lupa juga dengan cia, tapi azaleya dan sagara inilah yang sering bersama mereka juga sering bermain bersama diluar jam sekolah.
Siang itu seperti biasa azaleya sedang duduk berdua dengan sagara di bawah pohon beringin, itu juga sudah menjadi kebiasaan azaleya untuk duduk bersama sagara di bawah pohon beringin itu. “Ka, di deket rumah aku ada toko ice cream baru buka tau, kesana yuk.” Ajak azaleya kepada sagara “boleh, nanti pulang sekolah ya” kata sagara yang menyetujui ajakan azaleya “yaudah deh, aku ke kelas dulu” ucap cia yang bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan sagara. Sesampainya di kelas. “Kamu kemana aja si ley” kata cia yang sedikit marah karna azaleya tinggal terlalu lama. Cia memang tidak tahu tempat biasa yang sering aku kunjungin dengan ka sagara, karna cia selalu tidak mau ikut jika aku ajak ke luar kelas selain ke kantin dan perpustakaan. “Aku abis dari ka sagara, ci” kata azaleya sambil duduk di kursinya. Bel pulang berbunyi, azaleya mengajak cia ke tempat ice cream yang ingin di kunjungi bersama ka sagara “ci, ikut yuk ke toko ice cream aku sama ka sagara mau kesana sekarang” cia menjawab “lain waktu deh ley, mama aku minta aku temenin ke supermarket” sambil cia buru buru “oh yaudah hati hati ya” ucap azaleya sembari melambaikan tangan. Azaleya langsung menuju parkiran karna sagara sudah menunggu di sana. Sesampainya di parkiran “hai, lama ya nunggunya, maaf ya” kata azaleya “ngga kok baru aja gue keluar kelas” kata sagara yang berada di motor sambil memberi helm “nih pakai” azaleya pun mengambil helm itu. Merekapun menuju toko ice cream itu. Sesampainya mereka di toko ice cream itu, azaleya langsung saja memesan beberapa ice cream kesukaannya, “ka kamu harus banget Cobain yang ini, choco mint. Enak banget jujur” ucapnya seakan mempercayai sagara untuk mencoba “tapi aku gasuka mint, ley” katanya menolak “yaudah yang lain, ini nih matcha” kata azaleya sambil menunjuk rasa matcha. “Iihh gamau aku gasuka, rasanya kaya rumput” kata sagara sambil geleng geleng tak suka. “nggaaa ya, matcha enak bangettttt, kata siapa kaya rasa rumput” kata azaleya yang kesal karna rasa yang ia gemari dibilang tidak enak dan rasa rumput. “Yang lain ley, coklat ajaa deh yaa” kata sagara menyatukan tangan seperti memohon “yaudah iya iya. Yaudah mas coklat 1, matcha 1, choco mint 1.” Kata azaleya, sagara hanya manut saja, mereka pun makan di taman dekat toko ice cream dan bercerita cerita sambil memakan ice cream itu dan sesekali mereka bercanda hari itu adalah hari yang membahagiakan menurut azaleya, karna itu kali pertama ia dekat dengan laki laki yang menurut dia beda dari laki laki pada umumnya. Malam telah tiba, azaleya dan sagara bergegas untuk pulang karna besok mereka harus sekolah. Sesampainya dirumah azaleya sagara tiba tiba berbicara “terimakasih azaleya, sudah mau berteman dengan aku, makasih sudah menjadi sosok periang yang bisa mewarnai hari hari aku, aku sayang kamu leya, kamu Perempuan pertama yang berani memulai ini semua. Semuanya menganggapku aneh alasan utama kenapa aku sering duduk di bawah pohon beringin karna aku kesepian ley, tapi semenjak ada kamu rasa kesepian itu menghilang, terimakasih ley, maaf kalau aku banyak salah” deg jantung azaleya pun berdetak karna laki laki ini tiba tiba berbicara panjang seperti mau kemana saja. “heii kak, santai aja kali aku suja senang kok deket deket sama kamu, berbincang bincang sama kamu, kamu ga aneh kak, mereka yang aneh.” Ucap azaleya serius dengan menatap mata sagara dengan intens, “yaudah sana pulang sudah malam” kata azaleya sembari mengusap punggung sagara. Sagara langsung melajukan motor dan pulang, tapi di tengah perjalanan tiba tiba ada mobil truck lawan arah dan menabrak sagara yang sedang membawa motor, ;brughh, sagara terjatuh dan tak sadarkan diri dan naasnya sagara meninggal ditempat. Sagara langsung di bawa ke rumah sakit. Keluarga sagara segera berdatangan, semuanya menangis melihat sagara yang baru saja pergi. Sangat amat di sayangkan azaleya tidak tahu berita ini. Azaleya bangun dari tidurnya dan siap siap untuk berangkat kesekolah, tapi Ketika azaleya mengabari sagara, sagara tak kunjung membalas. Azaleya pun bergegas menuju sekolah. Tapi Ketika azaleya memasuki karangan sekolah tiba tiba hati azaleya seperti di tusuk jarum yang sangat amat tajam. Seketika pas melihat tulisan selamat jalan “sagara atmadja” azaleya langsung lari menuju kelas sagara memeriksa apakah ada sagara apakah berita itu bohongan, azaleya seperti tidak percaya baru kemarin ia bermain bersama sagara dan baru saja semalem sagara mengantarkan azaleya pulang, dan sekarang dia sudah tidak ada. Tanpa azaleya bisa membendung rasa sakit ini semua azaleya menangis untungnya cia segera datang menghampiri azaleya yang lemas. “Ka saga ci, dia ninggalin aku” ucap azaleya sambil menangis sesegukan “ci, aku ga sanggup ci” “cia kenapa takdir jahat ci” “cuma ka saga yang bisa aku terima, sang pemilik mata teduh itu sekarang gaada ci” “ci, bantu aku untuk datang ke pemakaman sagara”. Mereka akhirnya pergi ke pemakaman sagara dan tentunya azaleya menangis sejadi jadinya. Terimakasih sudah hadir di kehidupan ini, terimakasih telah menjadi seseorang yang sulit aku iklaskan, terimakasih telah menjadi seseorang terfavorite ku, setelah kamu pergi yang tersisa hanyalah kenangan di kepala kak.
Selamat tinggal sagara atmadja senang bisa mengenal mu, kamu abadi didalam kisah ini.

Leave a Reply