Kehilangan – Aulia Arta Maiyastanti

Hai namaku memei.. Sejak umurku Tiga tahun aku kehilangan ayah..

Ayahku meninggal karena sakit. Aku kehilangan ayahku diumur yang masih terlalu kecil dan aku belum mengerti apa itu “KEHILANGAN”. Waktu terus berjalan dan aku sudah mulai beranjak dewasa, aku baru merasakan pada saat beranjak dewasa bahwa kehilangan sosok ayah bagi anak perempuannya itu sangat menyakitkan sekali. Setelah ayahku meninggalkanku, aku tinggal bersama mamah dan abangku. Mamahku adalah sosok yang sangat baik lembut dan kuat dalam menghadapi anak-anaknya, mamah menggantikan peran ayah. Waktu terus berjalan dan aku sudah mulai beranjak dewasa diumurku yang 17tahun.

Pada 21 Agustus 2023 aku kehilangan mamahku yang sangat berharga dalam hidupku..

Pada hari senin, sekitar jam 4 subuh mamah membangunkanku, “Mba kerokan mamah, dada mamah sakit banget “ Ujar mamah.

“ Iya mah.. kenapa kemarin-kemarin gak diperiksain mah takutnya kenapa-napa” Jawab memei.

“Iya hari jum’at aja sekalian kontrol mamah” jawab mamah.

Dan pagi tiba, pada pagi itu aku siap-siap untuk berangkat ke sekolah dan mamah bilang “Mba gak usah sekolah dulu, temenin mamah sendiri dirumah” Ujar mamah.

“Ih mahh.. aku harus sekolah karena aku ikut peserta UNBK wajib masuk” Jawab memei.

“yaudah anterin mamah kerumah mba rini aja biar ada yang nemenin mamah” Jawab mamah.

Setelah itu aku dan mamah pergi ke tempat mba rini sodaraku, mamah begitu pucat sekali wajahnya dan terlihat lemas sekali, tibalah dirumah mba rini.

Setelah itu aku melanjutkan perjalananku ke sekolah, dan sampai disekolah aku mengikuti upacara terlebih dahulu, dan amanat upacaranya membicarakan tentng orang tua disitulah firasatku sudah tidak enak sekali. Aku sekolah mulai dari jam 07.00 pagi sampai jam 15.00 sore hari dan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Hp Wajib dikumpulkan dikantor guru. Dan waktu pun terus berjalan, sudah mulai jam 15.00 sudah waktunya untuk pulang.

Pada saat itu aku membuka Hp dan mendapatkan kabar pada jam 09.00 dari saudaraku bahwa mamahku masuk Rumah Sakit dan harus dirujuk ke Rumah Sakit yang berada di Bekasi.

Aku membalas kabar dari saudaraku “Mamah sakit apa pak katanya? Kok sampai harus di rujuk ke Rumah Sakit Bekasi?” Ujar memei.

“Gakpapa ndok.. mamah cuma mau dipasang ring dijantung nanti kalau sudah pulih boleh pulang kok, do’ain mamah ya..” Ujar pak ardi.

Memei hanya menundukkan kepala dan menahan tangis yang menyesakkan dadanya.

Berjalannya waktu, memei pulang bersama pamannya kerumah bibinya dengan tangis yang menyesakkan dadanya, memei khawatir sekali terhadap mamahnya.

Tiba dirumah bibinya, memei masih saja menangis memikirkan mamahnya yang lama tidak ada kabarnya, dan pada akhirnya jam 17.00 WIB memei bertanya kepada bibinya

“mba mamah gimana? Mamah kenapa?” Ujar memei sambil menangis.

“Do’ain mamah ya, jangan ditangisin terus, mamah bentar lagi pulang ko lagi dijalan” Jawab bibi memei sambil menahan nangis.

Tidak lama dari itu memei mendengar orang bilang kepada bibinya “Mba jenazahnya udah dating?” Ujar tetangga bibi memei.

Betapa hancurnya hati memei mendengar kabar itu, tak lama kemudian temen-temen memei dan tetangga deket rumah memei nyamperin memei sambil menangis dan meluk memei.

Kehilangan sosok mamah adalah hal yang sangat menyakitkan sekali, hidup tanpa seorang mamah itu berat sekali..


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *