Kehidupan Harmoni – Mohammad Adezhian Fachry

Pada suatu hari, sebuah keluarga hidup di dalam kota yang padat dan sempit. Mereka hidup dengan bahagia dan harmonis walaupun di keadaan sempit seperti itu. Mereka juga termasuk keluarga yang dapat cukup pendapatan dan bisa hidup dengan biasa. Ada tiga anak dalam keluarga itu, yaitu Nura, Julia, dan Bila. Tiga anak tersebut hidup dengan bahagia dan sering bermain bersama saat memiliki waktu luang. Nura, sebagai kakak perempuan yang tertua, sering membantu adik-adiknya mengerjakan tugas disaat dalam kesusahan. Julia, anak perempuan kedua, sering mendapatkan juara di sekolahnya, Julia juga kadang-kadang membantu kakaknya dengan mengerjakan sesuatu hal di dalam tugas kakaknya. Bila, anak bungsu, ingin menjadi kakak-kakaknya yang pintar dan ceria.

Pada hari Senin, Nura meminta izin kepada kedua orang tuanya bahwa ada kemah di dalam sekolahnya. “Bunda, saya ingin izin untuk mengikuti kemah sekolah malam ini, jadi kemungkinan pulang sekolah akan lama.” ujar Nura dengan nada yang sedikit semangat. “Baiklah Nura, hati-hati di sekolah.,” ucap Bundanya. “Jangan lama-lama tinggal di sana, nanti nyenyak.,” ucap Ayahnya dengan wajah lucu. Lalu Nura pergi dengan perbekalannya, adiknya yang bernama Bila meminta salam kepada kakaknya sebelum dia pergi.

Beberapa hari kemudian, ada sebuah pengumuman untuk ayahnya bahwa dia akan kerja lembur malam ini, dengan terpaksa, dia pergi menuju tempat kerjanya. Sementara itu, Julia menangis sebab tidak bisa menemui ayahnya yang tidak bilang kepada dia, Bunda lalu menenangkan Julia bahwa Ayah sedang kerja lembur malam ini, tetapi Julia makin memberontak dan tidak ingin makan yang sudah diberikan dari ibunya. Bila yang mendengar jeritan tersebut, mencoba menenangkan Julia, tetapi Julia tetap memberontak dan masuk ke kamarnya dalam keadaan sedih. Bila yang melihat itu merasa sedih dan Bunda ingin bicara kepada Julia mengapa dia begitu marah.

“Sayang Julia, mengapa kamu marah nak?” ucap Bunda dengan nada yang simpati. “Karna Ayah tidak memberitahuku bahwa dia akan kerja lembur! Nanti siapa yang akan membantu tugasku…” ujar Julia dengan nada kesal. “Tetapi ada Bunda sayang, Bunda bisa bantu kerjakan tugasmu.,” ucap Bunda dengan hati yang tulus. “juga, ada adikmu yang bisa membantu dengan sesuatu.” lanjutan dari bunda.

Mendengar hal itu Julia berhenti menangis dan berbicara dengan nada yang tenang. Mendengar hal itu, Bunda merasa tenang dan meminta Julia untuk keluar dari kamarnya untuk mengerjakan bareng di ruang tamu, tetapi Julia tidak ingin keluar kamarnya untuk sebentar.

Keesokan harinya, Nura pulang dari sekolahnya, bajunya sedikit kotor dan rambutnya sedikit berantakan, dia pun membawa beberapa peralatan yang dipakai pada saat pramuka. Muka yang lelah dan baju yang kotor, membuat Bunda khawatir dan ingin Julia beristirahat, tetapi Julia bermain dengan ponselnya dan masuk ke kamarnya tanpa salaman kepada bunda, dan Julia juga tidak merapikan

sisa-sisa peralatan yang dipakainya, akhirnya bundanya yang membereskan peralatan-peralatan yang dipakainya dan mencuci sendirian. Julia yang baru saja selesai mengerjakan tugasnya bermain dengan adiknya Bila, pada awalnya mereka bermain bergembira, tetapi tidak sengaja Julia mendorong adiknya terlalu kuat membuat dia terjatuh. Bila lalu menangis kesakitan dan bunda pergi ke Bila untuk menenangkan dia, akhirnya Julia yang tidak sengaja mendorong meminta maaf kepada adiknya.

Keesokan harinya, Bunda yang mendengar batuknya Nura pergi melihat dalam kamarnya, ternyata Nura sakit dan demam parah sampai pusing untuk berjalan, Nura bilang untuk tidak sekolah hari ini karna dia sakit. Bunda yang dengar hal itu menanyakan beberapa soal kepada Nura, setelah itu Bunda merawat Nura. Julia dan Bila tahu bahwa kakak mereka sedang sakit, jadi mereka mencoba membuat hadiah buku untuk kakaknya, walaupun mereka hanya berdua, mereka di izinkan oleh bunda untuk memakai gunting untuk memotong kardus yang mereka dapat. Setelah selesai membuat bentuk kotak dalam kardus, Julia ingin menghias kotak hadiah tersebut dengan beberapa warna agar kelihatan seperti hadiah, tetapi ternyata mereka tidak memiliki hiasan untuk mendekorasi kotak hadiah tersebut. Julia dan Bila berdiskusi apakah akan menghias hadiah itu atau tidak.

“Jadi Bila, apakah kita harus hias kotak hadiah itu atau tidak?” ucap Julia.
“Hias aja kak, biar lebih bagus.” ucap Bila.

Beberapa rencana akhirnya bisa membuat kado hadiah untuk Kakak Nura.

Akhirnya selesai kado hadiah untuk kakak mereka, lalu mereka diam-diam masuk ke dalam kamar kakaknya dan menaruh hadiah itu di sebelahnya. Saat Nura terbangun, dia melihat sekeliling dan setelah itu melihat ke samping dan ada sebuah kado kotak yang terletak di situ, Nura mencoba mengambil kado kotak tersebut tetapi tidak sampai dan harus berdiri untuk mengambil kado tersebut. Di luar kado tersebut tertulis “Semoga kakak sembuh dan bisa belajar lagi!!”, sekarang Nura tahu bahwa kado tersebut berasal dari adik-adiknya, lalu dia membuka kotak tersebut yang dihiasi dengan indah, dan menunjukkan buku tulis yang kosong siap untuk digunakan, di atas tumpukan buku tersebut ada sebuah kertas yang bertuliskan “Kalo kakak liat ini, berarti kakak sudah sembuh!”. Lalu Nura membawa kado tersebut kepada adik-adiknya dan bertanya,

 “Ini siapa yang bikin?” dengan nada yang sedikit tegas.“Kado itu kita bikin untuk kakak, karna kakak sakit waktu pulang dari perkemahan.” Dijawab oleh keduanya. “Oh, terima kasih adik-adikku.” dengan wajah penuh senyuman.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *