Dunia Membeku – Danish Azizan Rahman

Dunia membeku di tahun 2011 tanggal 10 Desember. Aku berhasil bertahan selama 21 hari. Namaku Kevin Wijaya aku memiliki karakter yang pendendam dan cerdik. Ketika aku berhasil bertahan 21 hari. Aku dan adik meninggal karena kedinginan tanpa makanan dan minuman. Setelah itu entah bagaimana Aku kembali ke 30 hari sebelum bencana di mulai yaitu 10 September 2011 dengan kekuatan yang bisa menyimpan barang tak terbatas di ruang yang berbeda. hari kedua orang tua ku kecelakaan. Aku pun langsung melarang kedua orang tua ku untuk pergi namun mereka mengabaikannya. Aku berusaha menghalanginya untuk pergi tetapi mereka masih saja bersikeras untuk pergi bekerja. Aku pun menaruh kunci mobil kedalam ruang yang berbeda. Mereka berkata “Kevin kamu melihat kunci mobil tidak?,” “Tidak yah mungkin ada di atas lemari,” jawabku. “Tidak ada Vin mungkin Ayah akan meminjam mobil tetangga hari ini.” Jawab ayah sambil mencari di lemari. Saat itu aku berpikir sekarang sudah telat mungkin kecelakaan itu tidak akan terjadi.

Aku pun menyalakan tv untuk melihat berita setelah mereka berangkat bekerja. 10 menit kemudian, ada berita kecelakaan di jalan dekat tempat kedua orang tua ku bekerja. Aku panik dan berdoa semoga saja itu bukan kedua orang tua ku. Tiba – tiba ada seseorang meneleponku, aku bergegas mengangkatnya dan bertanya “Halo ini siapa?” seseorang menjawab “Saya dokter di rumah sakit tiara, apa benar ini anak dari Pak Yanto dan Bu Irma?,” Aku menjawab dengan perasaan menyesal membiarkan mereka berangkat “Iya betul, ada apa Pak?” Dokter itu menjawab “Kedua orang tua mu sekarang sedang kritis dan kemungkinan besar tidak bisa selamat, bisakah kamu datang kesini?” “Ah, iya Pak saya segera kesana,” jawabku.

Setelah tiba di rumah sakit aku pun bertanya ke resepsionis “Kak ruangan Pak Yanto dan Bu Irma nomor berapa ya?,” Dia menjawab “Di ruangan nomor 54 ka,” Aku langsung datang ke sana dan memeluk mereka, Kedua orang tua ku wafat tanggal 11 Desember 2011.

Dengan perasaan yang masih sedih akibat kehilangan kedua orang tua ku aku berkata “Dik terserah mau percaya atau tidak tapi 29 hari lagi akan terjadi bencana,” Lalu adik ku berkata “Aku percaya abang,” lalu ku jawab “Yasudah Adik tunggu di hotel yang abang pesan,” setelah itu aku pun mencatat hal yang perlu dilakukan selama 29 hari ini.

“Tetapi dengan hanya 2 Juta sepertinya kita tidak bisa bertahan. Oh aku tau aku bisa meminjam uang sebanyak mungkin karena jika bencana terjadi tidak ada yang peduli dengan hutang” Dalam hatiku. Aku pun segera mendownload banyak aplikasi pinjaman online dan meminjam dengan total 900 Juta, dengan Aku menjual Rumah Warisan, Sekarang saldo ku ada 1 Miliar 352 Juta. dengan ini Aku Pun merenovasi kamar di gedung yang aku tinggali, menjadi tempurung kura kura yang tidak bisa di hancurkan, dengan pintu seperti bank, kaca anti peluru, ventilasi yang bisa menyaring racun, atap, dinding dan ubin dilapisi dengan baja setebal 5 Cm, dan penghangat ruangan. Setelah itu Aku pun menjemput Adik ke Gedung.

Adikku pun terheran heran dengan Gedung ini, “Wah Abang dapat uang dari mana untuk merenovasi ini” adikku berkata sambil melihat lihat, Aku pun menjelaskan semuanya ke Adik. Sekarang saldo ku tersisa 449 Juta, Aku memesan banyak makanan dan menaruh nya ke dalam Kekuatan yang ku miliki. Waktu tersisa 11 Hari, Aku membeli barang-barang hiburan dan aku pergi ke tempat Aku bekerja, yaitu di gudang supermarket besar. Aku memberi semua Orang yang ada di gudang obat tidur, setelah mereka tertidur aku mengambil semua stok di gudang dan pura pura tidur. Setelah semua bangun mereka kebingungan bagaimana bisa stok sebanyak ini bisa hilang dalam waktu kurang dari 20 menit. Lalu Aku diintrogasi, setelah tidak diketahui apa penyebabnya, Aku pun membeli generator dan banyak bahan bakar untuk mengatasi mati listrik nanti.

Aku membeli 2 baju anti dingin, dan motor salju untuk mencari persediaan nanti, dan juga alat untuk mengisi waktu luang. Dengan waktu 5 hari tersisa Aku secara terus menerus memesan banyak makanan mewah.

Bencana dimulai tepat 10 Desember 2011, suhu diseluruh dunia turun drastis dengan alasan yang belum diketahui. Mereka masih menganggap bahwa hal ini akan terjadi secara singkat, dan bermain main dengan salju. . Setelah hari ke 3 suhu sudah mencapai 80 derajat celcius dibawah nol. para pemilik mulai marah kepada para petugas, petugas disana pun memanfaatkan keadaan dengan berkata “mari berbagi dan membagi rata persediaan,” dalam hati ku “mungkin aku yang dulu akan membagi lebih dari setengah persediaan yang ku punya,” para pemilik pun langsung menyerahkan semua persediaan. Beberapa pemilik itu menegurku “Hey Kevin kenapa kau tidak mau berbagi persediaan?, bukankah kamu bekerja di Gudang Supermarket, harusnya kamu punya banyak persediaan sekarang.” Aku pun menjawab dengan muka melas “makananku sisa sedikit mungkin hanya bisa makan 5 hari sekali untuk sebulan” lalu para pemilik pun percaya kepadaku.

Sekarang hari ke 4, semua listrik di dunia pun padam. Aku menyalakan generator yang saat itu ku beli, Para Pemilik yang kemarin memberikan semua persediaan nya dan dijanjikan akan mendapatkan persediaan secara merata, sekarang sudah sangat marah karena ditipu. Mereka meminta tolong kepada Pemilik yang memiliki banyak persediaan, namun tidak mendapatkan hasil apapun. Aku didatangi oleh Paman dan Bibi yang meminta makanan, karena Paman selama ini selalu baik kepadaku, Akupun memberikan persediaan, yaitu makanan dan minuman, generator dan bahan bakar selama 1 minggu untuk mereka, dengan syarat mereka tidak memberi tahu bahwa Aku memiliki banyak makanan, Paman pun langsung mengiyakan syarat itu.

Hari ke 8, aku ingin memberikan persediaan kepada temanku di gedung sebrang. dia selalu ada saat Aku membutuhkannya maka dari itu aku harus membantunya. adik ku ingin ikut, walau sudah ku larang dia tetap memaksa. Dengan berat hati karena trauma kehilangan orang yang di sayangi. Aku pun membawa nya bersama. Hal yang tidak ku inginkan terjadi, Adik ku terjatuh dari motor salju tanpa kusadari. Saat ku ajak ngobrol, Dik nanti kita main game bareng yuk, tapi tidak ada suara apapun, aku pun mengecek kebelakang tetapi tidak ada adikku. Aku berteriak “adik!, adik!” dan tidak ada suara apapun, Aku sangat putus asa dan ingin meminta bantuan ke Para Pemilik lain, namun jika Aku meminta bantuan aku akan ketahuan memiliki motor salju, dan beberapa alat lainnya. Aku mencari Adik dari malam sampai siang, namun tidak ada hasil apapun. Aku merenung sejenak dan lanjut mencari Adik, 3 hari berlalu Aku masih melakukan hal yang sama, setelah 4 hari, Aku baru menemukannya meninggal karena tidak makan dan minum. Setiap hari aku selalu dihantui rasa bersalah. Aku menyesal, dan merenungkannya.

Hari ke 11, Aku pergi ke tempat Paman dan Bibi, Aku menceritakan semua hal yang terjadi saat itu ke Paman dan Bibi, dan mengajak mereka tinggal di tempat ku. Agar bisa selamat sampai bencana selesai. Dengan Perasaan bersalah yang menghantuiku setiap hari, Aku, Paman, dan Bibi pun selamat dari bencana


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *