{"id":49,"date":"2024-10-29T06:10:55","date_gmt":"2024-10-29T06:10:55","guid":{"rendered":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/?p=49"},"modified":"2024-10-29T06:10:55","modified_gmt":"2024-10-29T06:10:55","slug":"kehilangan-aulia-arta-maiyastanti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/?p=49","title":{"rendered":"Kehilangan &#8211; Aulia Arta Maiyastanti"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hai namaku memei.. Sejak umurku Tiga tahun aku kehilangan ayah..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayahku meninggal karena sakit. Aku kehilangan ayahku diumur yang masih terlalu kecil dan aku belum mengerti apa itu \u201cKEHILANGAN\u201d. Waktu terus berjalan dan aku sudah mulai beranjak dewasa, aku baru merasakan pada saat beranjak dewasa bahwa kehilangan sosok ayah bagi anak perempuannya itu sangat menyakitkan sekali. Setelah ayahku meninggalkanku, aku tinggal bersama mamah dan abangku. Mamahku adalah sosok yang sangat baik lembut dan kuat dalam menghadapi anak-anaknya, mamah menggantikan peran ayah. Waktu terus berjalan dan aku sudah mulai beranjak dewasa diumurku yang 17tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 21 Agustus 2023 aku kehilangan mamahku yang sangat berharga dalam hidupku..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada hari senin, sekitar jam 4 subuh mamah membangunkanku, \u201cMba kerokan mamah, dada mamah sakit banget \u201c Ujar mamah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c Iya mah.. kenapa kemarin-kemarin gak diperiksain mah takutnya kenapa-napa\u201d Jawab memei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIya hari jum\u2019at aja sekalian kontrol mamah\u201d jawab mamah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan pagi tiba, pada pagi itu aku siap-siap untuk berangkat ke sekolah dan mamah bilang \u201cMba gak usah sekolah dulu, temenin mamah sendiri dirumah\u201d Ujar mamah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIh mahh.. aku harus sekolah karena aku ikut peserta UNBK wajib masuk\u201d Jawab memei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cyaudah anterin mamah kerumah mba rini aja biar ada yang nemenin mamah\u201d Jawab mamah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu aku dan mamah pergi ke tempat mba rini sodaraku, mamah begitu pucat sekali wajahnya dan terlihat lemas sekali, tibalah dirumah mba rini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu aku melanjutkan perjalananku ke sekolah, dan sampai disekolah aku mengikuti upacara terlebih dahulu, dan amanat upacaranya membicarakan tentng orang tua disitulah firasatku sudah tidak enak sekali. Aku sekolah mulai dari jam 07.00 pagi sampai jam 15.00 sore hari dan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Hp Wajib dikumpulkan dikantor guru. Dan waktu pun terus berjalan, sudah mulai jam 15.00 sudah waktunya untuk pulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada saat itu aku membuka Hp dan mendapatkan kabar pada jam 09.00 dari saudaraku bahwa mamahku masuk Rumah Sakit dan harus dirujuk ke Rumah Sakit yang berada di Bekasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku membalas kabar dari saudaraku \u201cMamah sakit apa pak katanya? Kok sampai harus di rujuk ke Rumah Sakit Bekasi?\u201d Ujar memei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGakpapa ndok.. mamah cuma mau dipasang ring dijantung nanti kalau sudah pulih boleh pulang kok, do\u2019ain mamah ya..\u201d Ujar pak ardi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memei hanya menundukkan kepala dan menahan tangis yang menyesakkan dadanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berjalannya waktu, memei pulang bersama pamannya kerumah bibinya dengan tangis yang menyesakkan dadanya, memei khawatir sekali terhadap mamahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiba dirumah bibinya, memei masih saja menangis memikirkan mamahnya yang lama tidak ada kabarnya, dan pada akhirnya jam 17.00 WIB memei bertanya kepada bibinya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cmba mamah gimana? Mamah kenapa?\u201d Ujar memei sambil menangis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDo\u2019ain mamah ya, jangan ditangisin terus, mamah bentar lagi pulang ko lagi dijalan\u201d Jawab bibi memei sambil menahan nangis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak lama dari itu memei mendengar orang bilang kepada bibinya \u201cMba jenazahnya udah dating?\u201d Ujar tetangga bibi memei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Betapa hancurnya hati memei mendengar kabar itu, tak lama kemudian temen-temen memei dan tetangga deket rumah memei nyamperin memei sambil menangis dan meluk memei.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehilangan sosok mamah adalah hal yang sangat menyakitkan sekali, hidup tanpa seorang mamah itu berat sekali..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai namaku memei.. Sejak umurku Tiga tahun aku kehilangan ayah.. Ayahku meninggal karena sakit. Aku kehilangan ayahku diumur yang masih terlalu kecil dan aku belum mengerti apa itu \u201cKEHILANGAN\u201d. Waktu terus berjalan dan aku sudah mulai beranjak dewasa, aku baru merasakan pada saat beranjak dewasa bahwa kehilangan sosok ayah bagi anak perempuannya itu sangat menyakitkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,7],"tags":[],"class_list":["post-49","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerpen-smk","category-kehilangan-dan-perpisahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=49"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49\/revisions\/50"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=49"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=49"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=49"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}