{"id":35,"date":"2024-10-29T05:56:33","date_gmt":"2024-10-29T05:56:33","guid":{"rendered":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/?p=35"},"modified":"2024-10-29T05:56:33","modified_gmt":"2024-10-29T05:56:33","slug":"nada-harapan-di-antara-senar-dan-tuts-bari-arkaan-falih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/?p=35","title":{"rendered":"Nada Harapan Di Antara Senar dan Tuts &#8211; Bari&#8217; Arkaan Falih"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semenjak tragedi itu,tuts terasa berat.Bahkan pada saat aku terakhir kali berkompetisi,aku tak bisa mendengarnya,seolah suara itu tenggelam di dalam laut yang sangat dalam.Mungkin itu adalah kutukan,kutukan membenci ibuku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah dua tahun berlalu,aku sudah tidak menekan satupun tuts piano setelah hari itu terjadi.Sekarang aku sudah di duduk di kelas 2 SMP.Aku tinggal sendirian karean ayah selalu berkerja di luar kota.Aku memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi penulis partitur piano untuk lagu-lagu populer,aku tidak pernah memainkan piano untuk membuat partitur,tetapi aku dapat membayangkannya dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat aku sedang menulis partitur di ruang musik sekolah,ada bola bisbol yang melayang ke kepalaku,aku pun pingsan karna itu,aku pun disadarkan oleh Haruka,teman masa kecilku.Sambil ia menyadarkan ku ia mengatakan\u201dHei Negi,kautak apa-apa?,\u201daku pun tersadar,aku langsung bangun dari pangkuannya,dan aku pun menatapnya dengan sinis\u201dKau sudah memecahkan jendela ruang musik sebanyak 2 kali dalam bulan ini,kau tidak kapok masuk ruang konseling?,\u201ddia berkata,\u201dYa maaf,mau bagaimana lagi,tetapi Negi?mengapa kau selalu berada di ruang musik padahal kau tidak memainkan satupun tuts piano yang ada disini?Aku rindu Dengan suara piano yang kau mainkan,\u201dsambil melihatku dengan ekspresi memelas.Kebetulan,rumahku dan rumah Haruka bersebelahan.Jadi dia bisa mendengar suara piano yang ku mainkan.Aku pun bilang kepadanya\u201djujur,Aku tidak yakin aku bisa memainkannya lagi..\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSetelah hari itu terjadi\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dulu aku adalah seorang pianis junior berbakat yang selalu memenangkan kompetisi piano.Namun,tak ada orang yang mengapresiasi ku,yang ada aku mendapatkan cacian\u201dHei lihat si anak robot partitur itu menang lagi,\u201d\u201dSi boneka ibu menang lagi.\u201ddan masih banyak cacian yang lain,Kecuali kedua temanku Haruka dan Kuro,bahkan ibuku tak pernah mengapresiasiku karena kurang puas terhadap perfoma yang kuberikan,karena sebenarnya ibuku adalah guru pianis terbaik di jepang.Awalnya ibu mengajariku dengan lembut.Namun,semenjak ibu mulai sakit-sakitan ibu mengajariku dengan keras,ia selalu memarahiku ketika aku melakukan kesalahan yang tak sesuai dengan partitur.Dan saat aku berhasil memenangkan dan lolos ke final,aku malah dimarahi oleh ibu di lobi gedung didepan banyak orang yang melihat,mungkin karena dia kurang menyukai performa permainan ku.Lalu aku berteriak kepada ibu\u201dAKU SUDAH MEMBERIKAN SEMUA YANG IBU MAU,TETAPI SEMUANYA SIA-SIA,TIDAK ADA SATUPUN YANG IBU HARGAI,AKU BENCI IBU,LEBIH BAIK IBU MATI SAJA!.\u201ditu adalah kata-kata terakhirku kepada ibuku.Keesokan paginya,aku terbangun dan melihat ibuku terbunuh dengan tusukan dantembakan di bagian dada,tepat di jantung.Aku melihat pembunuhnya yang menghampiriku dan tersenym kepadaku,lalu ia berkata\u201dDendammu telah kubalaskan.\u201d Setelah dia mengatakan hal tersebut, ia langsung menembak kepalanya sendiri tepat di depan mataku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayah langsung pulang saat berita itu sampai kepadanya.Namun,setelah 2 hari kemudian ayah harus pergi lagi untuk urusan bisnis.Keesokan harinya,aku harus pergi ke gedung tempat kompetisi final akan dimulai,banyak orang yang melihatku dengan ekspresi ngeri sekaligus jijik\u201dBisa-bisanya dia tetap ikut kompetisi ini,padahal ibunya baru saja meninggal 3 hari yang lalu karena pembunuhan,apa jangan-jangan dia sendiri yang membunuhnya?.\u201daku yang mendengarnya merasa kesal,sedih,sekaligus marah.Tetapi, aku harus bisa fokus untuk memenangkan kompetisi ini.Aku pun maju ke atas panggung,permainan dimulai dengan sangat baik.Namun,pada saat pertengahan ada suara distraksi di telingaku,suara itu..seperti ibu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku menoleh ke bangku penonton dan melihat sosok ibuku yang sedang tersenyum kepadaku dia seperti berbisik kepadaku mengatakan\u201dPermainan mu sudah selesai nak.\u201dseketika,suara tuts yang kumainkan seperti tenggelam perlahan,aku tidak bisa mendengarnya,seperti aku sedang bermain piano di dalam dasar lautan yang dalam.Dadaku terasa sesak dan serasa ingin muntah,akhirnya aku berhenti pada saat pertengahan lagu,banyak orang yang bingung melihat ku,mungkin ini akhir dari segala yang kurasakan selama ini.Sejak permainan itu,aku sudah tidak pernah memainkannya lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah aku megatakan hal itu terahadap Haruka,Haruka bilang kepadaku\u201dhuft\u2026Ya kuharap kau bisa melupakan kejadian itu Negi.Kamu besok bisa tidak temani aku dan Kuro pergi?,\u201d aku bertanya\u201dDimana kita mau pergi?,\u201dHaruka menjawab\u201dKita pergi ke taman dekat Muse Hall,aku ingin mengenalkan Kuro dengan temanku yang katanya dia suka dengan Kuro.Aku tidak mau hanya menjadi nyamuk saja soalnya\u201dsaat mendengar hal itu,awalnya aku tidak yakin,tetapi karena aku merasa kasihan jika Haruka hanya sendirian jadi aku ikut\u201dBaiklah,aku akan datang kesana.\u201dHaruka yang mendengar itu langsung bersemangat dan langsung mengiyakan perkataanku.Dia pun langsung pergi lewat jendela ruang musik untuk kembali bermain bisbol dengan temannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keesokan harinya,aku sudah sampai lebih dulu dari yang lain.Saat aku melihat sekitar,aku melihat sebuah stocking dan sepatu hak yang menyangkut di ranting pohon,karena kebingungan aku pun mengambilnya,setelah aku mengambilnya,aku mendengar suara perpaduan alat musik yang sangat merdu,aku pun mendatangi sumber suara tersebut,aku melihat seorang perempuan yang sedang memainkan pianika di atas rumah pohon<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perempuan itu cantik sekali,rambut coklat dengan kombinasi birupanjangnya,muka putihnya yang cantik,dan hidungnya yang mancung.Aku pun ingin memfoto dirinya,namun,disaat aku sedang memotretnya ada angin yang berhembus dan rok perempuan itu sedikit terangkat,lalu dia menyadarinya dan menoleh kepadaku,lalu ia berteriak\u201dHEI!! APA YANG BARUSAN KAU FOTO TADI HAH!!!.\u201ddia langsung turun dan melihat bahwa stocking dan sepatu haknya ada di tangan kiriku.Dia langsung megambilnya dan memukul mukaku sampai mimisan.Lalu,ia menagis karena berfikir kalau aku telah melakukan hal yang tak senonoh padanya.Kemudian Haruka dan kuro pun datang,Saat melihat perempuan itu menangis,Haruka menghampirinya dan langsung memarahiku\u201dHEI NEGI! APA YANG KAMU LAKUKAN TERHADAP SORA HAH!.\u201dHaruka pun menenangkan perempuan itu,saat perempuan itu sudah tenang,Haruka pun mengenalkan kami berdua dengan perempuan itu\u201dAku ingin mengenalkan kau dengan kedua temanku,orang yang datang bersamaku itu adalah Kuro.Lalu,anak laki-laki yang baru saja kau hajar adalah Negi,teman-teman,ini temanku,Sora\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian,sora menyapaku dengan senyman manis.Namun,entah mengapa auranya seperti iblis yang ingin menerkam ku,Lalu,setelah menyapaku dia langsung berlari ke kuro dan menyapanya dengan pose manis.Karena Kuro adalah termasuk lelaki perayu handal dan juga ketua tim sepak bola yang memiliki banyak pacar secara rahasia,dia megajak sora untuk berpacaran,tampa pikir panjang Sora pun menerima ajakan nya.Setelah perkenalan singkat itu sora berkata,\u201dOh,waktuku sisa 20 menit lagi untuk tampil,kalian semua harus ikut melihat ya.\u201dAku kebingungan awalanya.Tetapi aku teringat kalau hari ini ada kompetensi gabungan violinst dan pianist di Muse Hall.Diapun langsung megambil biolanya dari belakang pohon besar\u201dAku sudah mengambil biolaku,ayo kita pergi!.\u201dAwalnya aku menolak,tetapi karena Haruka memaksaku aku pun ikut.Kami dan sora harus berpisah saat di lobi,kamipun masuk ke dalam studio,dan kurasa tempat ini tak banyak yang berubah,udara yang kering,dan lampu yang menyinari panggung,sama seperti dulu,meningatkan ku dengan masa lalu ku.Kontestan pertama pun datang membawakan lagu untuk kontes hari ini yaitu Violin Sonata No.0,Op.4-\u201cKreutzer\u201d.Aku dan Haruka memperhatikan para kontestan yang bermain sementara itu,Kuro tertidur pulas,kemudian saat Sora masuk ke panggung Haruka dan Kuro bersorak kepada Sora,aku pun harus mmenenangkan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertunjukan dimulai dengan permainan yang terasa berbeda dari partiturnya,tetapi entah mengapa ini terasa seperti dia sedang mengimprovisasi musiknya,pianist nya bahkan sampai kwalahan menyandingi dirinya,seperti ini adalah Violin Sonata versinya sendiri,permainan yang sangat indah,seperti sedang berada di dunia lain,aku tidak pernah menyangka bahwa permainan ini bisa terasa lebih baik dari pada kontestan yang lain.Tetapi akui yakin juri pasti tidak suka saat mendengar ini,karena ia tidak megikuti partiturnya,walau banyak orang yang terpukau dengan permainannya,namun dia harus terdiskualifikasi karena tak mengikuti partitur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sora pun selesai memainkan Musiknya.Para penonton bersorak terhadap Sora,setelah kompetisi selesai kami keluar untuk mememui Sora,aku melihat Sora dengan beberapa anak kecil yang memberikannya buket bunga padanya.Jujur,aku dari dulu tidak pernah mendapatkan buket bunga dari orang lain untuk perfoma yang ku tampilkan.45 menit kemudian kami mengecek list kontestan yang lolos.Anehnya,Sora lolos di posisi terakhir,jarang-jarang juri meloloskan kontestan yang bermain tak sesuai dengan partitur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesesokan harinya,hari dianwali dengan aku dikejar oleh Sora dipaksa untuk menjadi pianis pendampingnya karena ia ditinggalkan oleh pasangan nya sebelumnya.Aku diteror oleh Sora dan Haruka dengan cara menempelkan banyak sekali kertas partitur berjudul introduction and rondo\u2014Saint-Sa\u00ebns seleuruh tempat di sekolah yang aku kunjungi,bahkan sampai ke dalam rumahku.Aku bahkan tidak tau mereka masuk rumahku lewat mana.Hari itu penuh dengan paksaan mereka untuk menjadi piais pendamping Sora dan ini terus berlanjut selama 1 minggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari itupun tiba.Namun aku masih enggan untuk menjadi pianis pendamping Sora,aku bersembunyi di atap sekolah agar mereka tak menemukanku.Tiba-tiba Sora mendobrak pintu atap dan dia menemukanku.Dia memarahiku\u201dHEI DARI TADI KAMI BERTIGA MENCARIMU!!,\u201d aku pun menjelaskan padanya bahwa aku tak mau menghancurkan permainannya karena traumaku.kemudian dia memohon padaku sambil menangis\u201dTolong bantu aku.. Aku sudah tak punya siapa-siapa lagi untuk membantuku,aku tak peduli seberapa hancur permainanmu.Namun,tolong aku..\u201d Aku pun akhirnya memutuskan untuka membantunya.Setelah mendengar bahwa aku memutuskan untuk membantunya, dia langsung bersemangat dan langsung menarik lenganku untuk turun kebawah karena Haruka dan Kuro sudah menungggu di bawah menggunakan dua motor yang entah darimana,aku dibonceng oleh Haruka dengan sangat cepat,bahakan aku hampir saja terjatuh pada saat sedang membaca partitur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku dan Sora langsung lari ke ruang kontestan,aku sama sekali tidak melakukan latihan sebelumnya jadi,aku berlatih dengan agak panik dan mencoba fokus bahkan sampai Sora memanggilku di depanku aku tak mendengarnya,lalu dia memukul kepalaku dan aku pun langsung menengok padanya\u201dHei tenang saja,Aku dengar dari Haruka bahwa kau dulu sering memainkan lagu ini karena ini adalah lagu favoritmu.Bersama,kita akan melewati ini,aku percaya padamu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nomor urut kamipun tiba,aku masih ragu untuk bermain dengannya,namun ia meyakinkanku untuk bermain bersamanya.Kami pun naik ke atas panggung,banyak orang yang kaget saat melihat kami karena aku Kotobuki Negi,si mantan pianist jenius bersama dengan.Kagayasaki Sora,sang violinst yang membuat banyak orang terpukau dengan permainannya sebelumnya.Banyak orang yang kaget karena aku menjadi pasangannya Sora dalam pertunjukan ini.Karena aku sudah lama menghilang dari dunia kompetisi piano.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami mulai bersiap di posisi masing-masing,aku melihat ke kursi penonton,melihat Kuro yang sedang menyemangati kami dan Haruka yang menatapku penuh harapan aku bisa bermain piano lagi.Pertunjukan pun dimulai,kami memulai nya dengan baik,aku pun juga merasa senang karena bisa memainkan piano lagi, Sora menoleh kepadaku sambil tersennyum karena bisa melihatku bermain dengan baik.Namun,pada saat pertengahan aku seperti mendengar suara samar di telingaku,aku pun menoleh ke arah kursi penonton dan melihat sokok ibuku yang suaranya seperti berbisik padaku,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dPermainanmu sudah berhenti sampai disini nak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni adalah kutukan untukmu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendadak jantungku berdebar kencang dan dadaku terasa sesak,perlahan suara tuts mulai menghilang.Sama seperti waktu itu\u2026Aku seperti orang yang kikuk waktu itu,aku hanya mengulang enam ntuts yang terakhir ku dengar.Aku pun memutuskan untuk berhenti saja atau pertunjukan ini semakuin kacau.Tihba-tiba Sora ikut berhenti bermain,aku pun kaget saat meihatnya berhenti,para penonton kebingunan karena aksi kami.Sora lalu menoleh kepadaku lalu berkata\u201dAyo mulai sekali lagi.\u201dlalu dia memulai lagi dan aku pun mengikuti permainan nya dan saat aku mulai goyah lagi aku aku menoleh ke Sora dan dia sedang menatapku dengan penuh kepercayaan,emosiku belum stabil,aku memainkannya dengan nada yang lebih keras lalu sora pun ikut melawanku dengan memainkan biolanya lebih keras lagi,suasana ini terasa berubah dari ruangan studio yang memiliki udara kering menjadi seperti pertarungan menegangkan antara piano dan biola di lautan yang hangat dengan angin yang berhembus lembut dan kurasa para juri dan penonton juga merasakannya,dan suasana ini kami akhiri dengan pertarungan yang indah.Dan kurasa semua penderitaanku pun sudah hilang dan sosok ibu sudah menghilang sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para penonton mulai berdiri dan bersorak pada kami,dan para juri sepertinya kesal kepada kami karena telah seperti sedang dipermainkan oleh kami,aku pun berdiri untuk memberikan salam terhadap pennonton bersama Sora,tiba-tiba Sora kehilangan kesadaran,dan hampir terjatuh,aku pun menangkapnya dan membawanya keluar dari panggung untuk mendapakatkan bantuan dari medis,lalu paramedis membawanya ke ambulan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keesokan harinya,aku medapat berita bahwa Sora sudah sadar,dan mulai membaik,aku,Haruka dan Kuro pun pergi untuk menjenguk Sora,se-sampainya kami disana Sora menyambut kami dengan hangat.Kami berbincang tentang perampilang aku dan Sora kemarin,mereka memuji perfoma kami.Walau,tanpa melihat daftar kualifikasi kami sudah tau kalau kami sudah pasti tidak lolos,karena semenjak kami berhenti bermain,permainan kami sudah tak dinilai lagi.Aku merasa bersalah pada sora,karenaku,dia tak dapat lanjut ke babak selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat kami ingin pulang,Sora memanggilku untuk berbicara empat mata denganku,aku pun mendatanginya,lalu dia berbicara padaku,\u201dHei,aku senang kau dapat melawan rasa takutmu dan dapat melihatmu bermain dengan baik.Sekarang bolehkah aku punya satu permintaan padamu,\u201ddia memberikanku sebuah brosur kompetisi Chopin\u201dBisakah kau mengikuti kompetisi ini,\u201daku saat mendengar itu aku merasa ragu untuk mengikutinya.Tetapi aku bisa memikirkannya nanti.Aku sekarang ingin bertanya padanya\u201dSora,apakah sebelumnya kau pernah mengalami ini sebelumnya?\u201dlalu dia bilang padaku\u201dYa,ini sudah sering terjadi sejak aku SD,untuk akibatnya aku belum bisa memberitahukanmu.\u201dsetelah percakapan itu aku pun pulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keesokan harinya aku kedatangan tamu dirumahku,yaitu bibiku bibi An.Dia sering mendatangi ku setiap bula untuk mengecek kondisiku.Kami pun berbincang diruang tamu dan sepertinya dia bangga padaku karena sudah bisa menghadapi traumaku sendiri.Aku meminta saran padanya tentang kompetisi yang diberitahukan Sora,sambil memberikan brosur kompetisi aku bertanya padanya\u201dBibi,bagaimana menurutmu dengan kompetisi ini.Ada seorang temanku yang memintaku untuk ikut kompetisi ini,\u201ddia melihat brosur tersebut lalu berkata\u201dAkhirnya keponakanku sudah mau ikut kopetisi lagi,ngomong-ngomong siapa yang memberikanmu ini?,apakah pasangan duetmu kemarin?,\u201d \u2019Iya.\u201djawabku.\u201dKudengar dia pingsan setelah pertunjukan,bagaimana kabarnya?\u201dbibiku bertanya.\u201dKondisinya sudah membaik namun,dia masih harus dirawat di rumah sakit.\u201djawabku.setelah percakapan itu bibiku menyetujutiku untuk mengikuti kompetisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keesokan harinya,aku dan Kuro mengunjungi Sora,saat kami sedang dikoridor tempat kamar Sora berada,banyak dokter yang masuk kekamar sora dengan panik,kamipun bergegas ke kamar Sora untuk melihatnya,kami melihar dia sedang dalam kondisi kritis,dan para dokter sedang berjuang menyelamatkanya,aku yang melihatnya jadi teringat ibuku karena sebelumnya dia pernah dikondisi ini saat aku mengunjunginya,lalu mereka menutup pintu kamar.Aku langsung merasa mual dan Kuro pun langsung menenangkanku.Besoknya,aku menjenguk Sora sendirian,saat aku masuk ke kamarnya,dia langsung menyambutku dengan hangat dan lalu dia bertanya\u201dHei,bagaimana keputusanmu untuk mengikuti kontes?\u201daku bilang padanya bahwa aku akan mengikuti kompetisi itu,saat dia mendengarnya dia langung berterimakasih padaku dengan ekspresi bersyukur,lalu dia berkata,\u201dMinggu depan aku akan melakukan oprasi agar aku bisa normal seperti dulu lagi.Aku sudah memberi tahu yang lain tentang hal ini,walau aku tak dapat menontonmu,tetapi aku harap suara piano mu itu dapat menjadi alasanku untuk berjuang lebih untuk melawan semua penyakit yang aku punya ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seminggu kemudian,aku sudah berlatih dengan keras untuk membuat Sora bahagia kembali karena aku tak peduli akan kemenangan namun aku hanya bermain untuk membahagiakan sora,walau dia tak dapat hadir,kuharap dia bisa selamat dalam pengoprasian tersebut,saat aku masuk ke gedung aku melihat saingan lamaku yaitu Takheshi Kaito dan Hinakari Minori yang menyapaku,saat mereka menyapaku aku awalnya lupa denganya,tetapi ketika mereka memperkenalkan diri kembali aku langsung mengingatnya,mereka adalah saingan yang cukup bersaing denganku,lalu mereka mengajakku untuk masuk keruangan kontestan.Aku berada di posisi tampil di nomor 16,jadi aku memiliki beberapa waktu untuk mengingatnya,ketika aku sedang pergi ke ruang ganti aku melihat Kaito yang sepertinya dia sedang cemas,aku pun membantunya untuk menenangkan diri,saat dia sudah merasa tenang dia berterimakasih padaku,setelah itu dia dipanggil untuk masuk ke panggung,aku melihat pergi ke ruang monitor untuk melihatnya tampil.Kaito memilih musik Chopin-Etude in C-sharp minor Op. 10 No. 4 untuk dimainkannya,dia memulai permainan dengan sangat baik,dia benar-benar membuat ekspresi dari musik ini keluar sepenuhnya,seperti kemarahan dan perdebatan yang sangat hebat.Penonton pun bersorak padanya ketika sudah selesai,itu adalah permainan yang sangat baik sekali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat dia kembali ke ruang kontestan,dia langsung menyombongkan dirinya sendiri di depanku.Setelah dua peserta lain selesai,kali ini Minori yang akan maju,dia berkata padaku sebelum masuk ke area panggung\u201dKali ini aku akan mengalahkanmu,Kotobuki Negi.\u201ddia pun masuk ke area panggung dan dia akan mambawakan musik Chopin-EtudeOp. 25 No. 11(winter wind) dia juga memainkannya dengan baik,dan dia juga benar-benar membuat pengekpresian situasi musik ini seperti bencana badai salju yang hebat dan dia juga mencurahkan isi perasaannya pada musik ini.Permainannya membuat banyak penonton terpukau pada permainannya,dan banyak penonton yang bertepuk tangan padanya,dan sekarang aku merasa kalau Kaito dan Minori memiliki persaingan yang sengit.Setelah dia maju,sekarang waktunya aku masuk ke panggung,sebelum aku masuk Minori berbisik kepadaku\u201dAku yakin kau pasti bisa Negi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku pun naik ke atas panggung dan aku melihat semua orang yang membuat ku bangkit,aku tak boleh mengecewakan mereka.Musik yang kubawakan hari ini adalah Chopin-Ballade no. 1 in G in minor.Aku sudah tidak merasa sendirian karena di dalam diriku ada dirimu,jadi kumohon tersampaikanlah perasaanku ini,usir jauh-jauh penyakit itu,dan sekali lagi bersama-sama.. Berawal dari kesan buruk menjadi kesan yang indah,saat aku sedang memainkan musik tersebut rasanya seperti sosok Sora juga ikut dalam pertunjukan ini dan suasana juga berubah menjadi seperti ditengah lautan di musim semi pada malam hari, perasaan bahagia sekaligus terharu muncul,namun saat hampir sampai di akhir musik sosok Sora mulai memudar,situasi menjadi sangat tegang saat itu.Namun,sosok bayangan Sora berakhir menghilang sepenuhnya saat di akhir lagu,menjadikan musik ini menjadi perpisaaan dan duet terakhir yang kurasakan bersamanya.dan saat musik berakhir aku menagis terharu dan mengatakan,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat tinggal,Sora\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemarin kami pergi ke makam Sora,itu adalah saat pertama kali aku menemui orang tuanya Sora,kemudian mereka memberikanku sebuah amplop pesan yang dibuat oleh sora untukku.. Aku pun membacanya setelah pulang sekolah hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesannya bertuliskan seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Untuk Negi Kotobuki yang terhormat<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rasanya aneh menulis surat kepada seseorang yang baru saja bersamamu tadi.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku menulis ini padamu dengan perasaan campur aduk. Kau sosok yang unik, ragu-ragu, tapi juga menyentuh. Pertama kali bertemu, kau membuatku tertawa karena kecanggunganmu, namun saat kau bermain piano, suaramu begitu indah.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku senang saat tahu kita satu sekolah, tapi terlalu pemalu untuk mendekatimu. Aku iri melihat hubunganmu dengan teman-teman. Saat itu, aku sering sakit dan merasa hidupku takkan lama. Aku memberontak, melakukan hal-hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku berbohong padamu, mengatakan bahwa aku menyukai Kuro Saito, hanya untuk mendekatimu. Aku tahu itu salah, tapi aku ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku minta maaf atas kebohonganku dan menyakitimu. Aku juga minta maaf pada Kuro dan Haruka. Aku berharap kita bisa berteman.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku senang mengenalmu. Saat-saat bersamamu sangat berharga, seperti saat kita bermain musik bersama. Aku ingin tahu, apakah kau merasakan hal yang sama?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku ingin kau mengingatku. Aku mencintaimu, meski kita tak bisa bersama. Maafkan aku atas segala kesalahan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Terima kasih untuk semuanya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aku mencintaimu.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kagayasaki Sora.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah membaca surat tersebut Haruka datang padaku,dan mengatakan,\u201dJangan kira kalau kau ditinggal sendirian,Negi! Aku akan menjadi malaikat pelindungmu dan menemanimu selamanya!.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Musim semi yang dulu aku bertemu dengan mu,sekarang akan kulalui&nbsp; tampamu.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semenjak tragedi itu,tuts terasa berat.Bahkan pada saat aku terakhir kali berkompetisi,aku tak bisa mendengarnya,seolah suara itu tenggelam di dalam laut yang sangat dalam.Mungkin itu adalah kutukan,kutukan membenci ibuku. Sudah dua tahun berlalu,aku sudah tidak menekan satupun tuts piano setelah hari itu terjadi.Sekarang aku sudah di duduk di kelas 2 SMP.Aku tinggal sendirian karean ayah selalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,7],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerpen-smpit","category-kehilangan-dan-perpisahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions\/36"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cerpen.perpustiaraaksara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}